Upacara Kematian Orang Meninggal Di Laut

Upacara kematian orang meninggal di laut yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Proses pelaksanaan perawatan untuk Jenazah :

  1. Jenazah terlebih dahulu harus dimandikan dengan air tawar yang bersih dan sedapat mungkin dicampur dengan wangi- wangian.
  2. Lalu setelah itu diberi secarik kain putih untuk menutupi bagian muka wajah dan bagian alat kelaminnya.
  3. Kemudian diberi kain atau baju yang baru (bersih), rambutnya dirapikan ,untuk perempuan : rambutnya digulung sesuai dengan arah jarum jam, posisi tangan dengan sikap menyembah ke bawah. Setelah itu dibungkus dengan kain putih.
  4. Pada saat membungkus jenazah tersebut supaya diperhatikan hal- hal sebagai berikut :
    Bila jenazah itu laki- laki maka lipatan kainnya: yang kanan menutupi yang kiri, dan bila perempuan maka lipatan kainnya: yang kiri menutupi yang kanan. Setelah terbungkus rapi ikatlah bagian ujung kepala dan kaki serta bagian tengah jenazah yang bersangkutan dengan benang atau sobekan kain pembungkus tadi. Setelah selesai perawatan di atas, barulah jenazah tersebut disemayamkan di tempat yang telah ditetapkan.

Proses Pelaksanaan Upacara.

Bila dalam pelaksaan upacara tidak ada pendeta, maka upacara ini bisa dipimpin oleh seseorang yang beragama Hindu yang ada dalam kapal/ tempat tersebut yaitu :

  1. Paling tidak ada sebuah "punjung" atau hidangan yang materinya terdiri dari: sepiring nasi dilengkapi, dengan. lauk pauk seadanya, air minum, air wijikan, rokok dan lain- lain sebagaimana santapan biasa.
  2. Pimpinan upacara menyuguhkan mendiang untuk menikmati punjung/ hidangan tersebut disertai dengan ucapan bahasa sehari- hari:
    Catatan: Punjung/ hidangan disuguhkan di sebelah kanan jenazah yakni di antara leher dan pusarnya.
  3. Selanjutnya pimpinan upacara mohon persaksian atau sembahyang yang kalau situasi memungkinkan agar memakai sarana dupa/api ke hadapan Bhatara Surya (Sang Hyang Widhi/ Tuhan Yang Maha Esa), dan ke hadapan Bhatara Baruna. Akhirnya jenazah tersebut supaya dititipkan ke hadapan ibu Pertiwi. Bila nanti oleh keluarga yang bersangkutan berniat untuk mengabenkannya, cukup ngendag dari setra/kuburan dan pengulapan di marga
    tiga/simpang tiga.
  4. Kemudian tibalah saatnya menurunkan jenazah ke tengah laut yang disertai dengan pesan seperlunya. Posisi jenazah pada saat diturunkan ke tengah laut kepalanya supaya mengarah pada matahari terbit. Pada saat ini diikuti dengan penghormatan terakhir oleh segenap hadirin, kalau mungkin disertai dengan taburan bunga. (Yayasan Bali Galang). (Artikel dari berbagai sumber)

Komentar